Beragam Jenis Baterai Mobil Listrik dan Perbedaan Biaya serta Keunggulannya di Pasar Otomotif

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:39:56 WIB
Beragam Jenis Baterai Mobil Listrik dan Perbedaan Biaya serta Keunggulannya di Pasar Otomotif

JAKARTA - Baterai menjadi komponen paling krusial dalam kendaraan listrik karena menentukan seberapa jauh sebuah mobil listrik bisa melaju. Dalam upaya memahami teknologi di balik kendaraan ramah lingkungan ini, konsumen perlu mengetahui bahwa tidak semua baterai dirancang sama, baik dari segi performa maupun harga. Setiap jenis baterai memiliki karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari usia pakai, efektivitas pengisian, hingga biaya produksi yang beragam.

Pentingnya Teknologi Baterai pada Mobil Listrik

Teknologi baterai kini menjadi fokus utama para produsen otomotif di era elektrifikasi. Sebab, jarak tempuh mobil listrik sangat bergantung pada efisiensi dan kapasitas baterai yang digunakan. Komponen ini dapat dianggap sebagai “jantung” kendaraan listrik karena sumber energinya berasal dari baterai yang menyuplai arus ke motor penggerak roda. Tanpa baterai yang handal, performa mobil listrik bisa terpengaruh signifikan.

Lithium Ion: Teknologi Paling Umum Digunakan

Jenis baterai yang paling banyak digunakan pada mobil listrik masa kini adalah baterai Lithium Ion atau Li-Ion. Teknologi ini populer karena memiliki efisiensi pengisian daya yang tinggi, yaitu mencapai 90 persen, dengan usia pakai yang relatif panjang sekitar 8 sampai 15 tahun.

Dalam hal harga, paket baterai Lithium Ion diperkirakan berkisar antara Rp100 juta hingga Rp300 juta tergantung kapasitasnya. Meskipun terkenal efisien dan umum dipakai, baterai tipe ini kurang ideal untuk wilayah dengan kondisi suhu ekstrem, karena performanya dapat menurun apabila berada di lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Li-Ion menjadi pilihan utama pada banyak mobil listrik modern karena kerap memberikan keseimbangan terbaik antara biaya dan performa, namun konsumen yang tinggal di wilayah dengan suhu ekstrem harus mempertimbangkan faktor stabilitas termal baterai ini.

Alternatif Baterai dengan Karakter Berbeda

Jenis baterai berikutnya yang banyak dibahas adalah Lithium Iron Phosphate (LFP). Baterai ini dikenal memiliki usia pakai lebih panjang dibanding Lithium Ion, yakni sekitar 15 hingga 20 tahun, serta biaya produksinya lebih terjangkau dengan estimasi sekitar Rp1,55 juta hingga Rp2,48 juta per kWh. Keunggulan utama baterai LFP adalah stabilitas termal yang tinggi sehingga lebih aman dalam penggunaan sehari-hari, meskipun kepadatan energinya sedikit lebih rendah dibanding Li-Ion.

Selanjutnya terdapat teknologi Solid State yang digadang sebagai masa depan baterai mobil listrik. Teknologi ini memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi sehingga memungkinkan jarak tempuh yang lebih jauh. Namun, saat ini biaya produksinya masih sangat mahal, mencapai sekitar Rp12,4 juta per kWh, dan teknologi ini masih dalam tahap pengembangan untuk produksi massal.

Selain itu, ada juga baterai Lead Acid yang merupakan teknologi lama. Meskipun biaya produksinya rendah, baterai ini memiliki bobot yang cukup berat dan usia pakai yang pendek, sehingga kurang cocok untuk mobil listrik modern yang membutuhkan efisiensi tinggi.

Jenis Baterai Lain yang Pernah Dipakai pada Kendaraan Ramah Lingkungan

Teknologi baterai lain yang pernah digunakan pada kendaraan hibrida generasi awal adalah Nickel Metal Hydride (NiMH). Meskipun baterai ini tahan terhadap suhu ekstrem, efisiensi pengisian dayanya tergolong rendah, hanya sekitar 60 hingga 70 persen, dan biaya produksinya relatif tinggi. Karena itu, baterai NiMH lebih sering terlihat pada kendaraan hybrid daripada mobil listrik murni.

Terakhir, ada juga Ultracapacitor yang unggul dalam hal pengisian daya yang sangat cepat. Namun, komponen ini menyimpan energi dalam jumlah yang relatif sedikit. Oleh karena itu, ultracapacitor biasanya hanya digunakan sebagai pendukung sistem penyimpanan energi utama dan bukan sebagai sumber utama tenaga untuk kendaraan listrik.

Bagaimana Konsumen Memilih Baterai yang Tepat?

Pemilihan jenis baterai yang tepat sangat tergantung pada kebutuhan pengguna kendaraan listrik. Jika konsumen mengutamakan jarak tempuh yang panjang dan efisiensi tinggi, baterai Lithium Ion atau Solid State bisa menjadi pilihan. Di sisi lain, baterai LFP menawarkan kombinasi stabilitas dan biaya yang lebih rendah, sehingga cocok bagi mereka yang mencari solusi hemat biaya dalam jangka panjang. Baterai Lead Acid dan NiMH mungkin kurang ideal untuk kendaraan listrik generasi terbaru karena keterbatasan performa dan efisiensi.

Dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, penting bagi calon pembeli kendaraan listrik untuk melakukan riset menyeluruh dan mempertimbangkan kebutuhan penggunaan sehari-hari, biaya jangka panjang, serta performa baterai di berbagai kondisi lingkungan. Pemahaman ini akan membantu memastikan bahwa baterai yang dipilih sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan berkendara masing-masing.

Dengan artikel ini, diharapkan pembaca mendapatkan gambaran lebih komprehensif tentang jenis-jenis baterai mobil listrik serta karakteristiknya masing-masing, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat saat memilih kendaraan listrik di era elektrifikasi industri otomotif.

Terkini